Malam ini hujan turun lagi....
Menghadirkan ketenangan sekaligus kerinduan.
Namun, kali ini aku tidak tahu siapa yang aku rindukan.
Mungkin, aku merindukan kenangan dimana aku merasakan jiwa yang tenang, tertawa tanpa beban, dan tersenyum tanpa paksaan.
Ini arahnya kemana tuhan?
Aku tidak tahu arah dan tujuan .
Dan aku sudah terlalu jauh tersesat dijalan.
Tolong beri tahu aku arah jalan pulang .
Beri aku secercah cahaya penerangan untuk berjalan, aku tersesat dalam kegelapan.
Ternyata ada yang lebih berharga dari sekedar kebahagian, yaitu ketenangan.
Setelah hujan reda...
Sejuknya embun dipagi buta masih sangat terasa.
Adzan saling bersahutan dari setiap penjuru kota.
Lantunan ayat suci Alqur’an saling menggema.
Sungguh, ternyata aku sudah terlalu jauh pergi.
Aku selalu menutup mata dan tidak menghiraukannya. Aku lebih memilih meneruskan mimpiku yang panjang.
Alangkah beruntungnya aku masih diberi kesempatan untuk membuka mata.
Aku masih bisa melihat dunia, yang dimana sifatnya sementara. Namun , manusia berlomba-lomba memilki seutuhnya, Seakan – akan ia dapat menggenggam selamanya .
Terimakasih tuhan....
Engkau berkali-kali memberiku kesempatan. Namun , diri ini selalu lalai dalam peringatan.
Maafkan aku yang lagi dan lagi mengulagi kesalahan.
Dan kini aku mengerti, bahwa hidup bukan tentang pelarian dan juga bukan siapa yang cepat sampai. Adakalanya kita berhenti sejenak, dan mencari arti dari sebuah kehidupan. Seperti memahami makna dari setiap tetesan air hujan. Setiap kisah yang engakau berikan selalu ada hikmah , setiap pengalaman selalu ada pelajaran, jadi tidak perlu ada yang disesalkan cukup menerima keadaan dan fokus kedepan.
Hujan kali ini datang membawa pesan......
Terkadang mengingatkanku pada luka yang tak kunjung sembuh sampai mengantarkanku pada pelarian yang entah kapan akan usai.
Namun, ia juga yang mengingatkanku untuk kembali pulang karna aku sudah pergi terlalu jauh.
Tiap tetes air hujan, ada keheningan yang menyejukan. Seakan menyapaku dengan lirih namun terasa dalam.