Hanyalah Dia

 05 Februari 2026 Pukul 15:56 Siang

Dulu, aku adalah pemimpi

Ragaku bergerak karena masa depan

Nafasku berhembus karena oksigen harapan

Tidurku nyaman karena esok ada mimpi

Yang akan masuk dalam jaringku...


Hari ini, aku adalah separuh jiwa

Yang kemudian disatukan karena cinta

Tentang mimpi aku pasrah, kulempar saja ke udara

Hatiku jatuh, mimpiku entah hinggap di mana...


Bersama dia, aku hidup setiap saat

Bukan lagi berharap nanti atau esok

Bukan lagi berharap mimpi yang tak pasti

Impianku hanyalah

Setiap ketuk di dadaku selalu ditemani dia...


Aku belajar tenang di tengah badai

Belajar kuat tanpa banyak bertanya

Sebab namanya tak pernah absen dari doaku

Dan kehadirannya cukup jadi jawabnya...


Jika suatu hari langkahku goyah

Aku tak lagi mencari arah pada dunia

Cukup satu genggaman yang tak pergi

Itu sudah menjadi pulang bagiku...


Maka bila kelak usia menua bersama waktu

Aku tak meminta kisah yang sempurna

Asal namaku dan namanya sebaris dalam takdir

Hanyalah dia, hingga akhir cerita...

Subscribe Subscribe