Ada masa dalam hidup ketika dunia terasa bising, tapi hati kita hening. Ketika kita dikelilingi orang banyak, tapi terasa sendiri. Ketika materi, pencapaian, atau bahkan hiburan tak lagi memuaskan.
Saat seperti itu, hati perlahan mulai menengadah dan berbisik lirih, “Aku rindu.” Namun bukan rindu pada manusia, melainkan pada Allah.
Rindu kepada Allah adalah tanda hidupnya hati. Ia tidak bisa dibuat-buat, tidak bisa dipaksa, dan tidak muncul dari ruang kosong. Itu adalah tanda kasih sayang Allah, ketika Dia mengetuk kembali pintu jiwa yang selama ini mungkin tertutup oleh kelalaian, dosa, dan kesibukan dunia.
Kerinduan ini adalah hidayah awal, jangan diabaikan! Jangan ditunda, sebab tidak semua orang diberi anugerah merindukan-Nya. Bahkan, sebagian orang bisa hidup bertahun-tahun tanpa pernah merasa kehilangan hubungan dengan Rabb-nya.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Hati Rindu Allah?
- Segera Ambil Wudhu dan Sholat
Rindu pada Allah harus segera dijawab dengan tindakan. Wudhu membersihkan bukan hanya tubuh, tapi juga menenangkan jiwa. Sholat adalah bentuk komunikasi paling langsung dengan-Nya.
"Dekatkan wajahmu ke bumi (sujud), maka kau akan dekat dengan langit (Allah)." - Perbanyak Dzikir dan Istighfar
Hati yang rindu biasanya juga penuh penyesalan. Maka tenangkan jiwa dengan mengingat Allah. Ucapkan:- “Astaghfirullah” – untuk membersihkan masa lalu
- “La ilaha illallah” – untuk mengokohkan iman
- “Hasbunallah wa ni'mal wakil” – untuk menyerahkan segala beban
- Buka dan Renungi Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah. Jangan biarkan rindu menggantung tanpa balasan. Bacalah meski hanya satu halaman, satu ayat, bahkan satu huruf. Maknailah isinya, karena di dalamnya ada jawaban atas segala keresahan. - Luangkan Waktu untuk Munajat (Curhat Kepada Allah)
Cari waktu sepi, di malam hari atau menjelang subuh. Ungkapkan isi hati, tangis, harapan, rasa lelah. Allah Maha Mendengar. Kadang kita butuh berbicara, bukan dengan manusia, tapi dengan-Nya. Dan saat itu terjadi, hati akan terasa jauh lebih ringan. - Jauhi Hal-Hal yang Mengotori Hati
Rindu hanya bisa tumbuh dalam hati yang bersih. Maka jauhkan hal-hal yang menjauhkanmu dari Allah: ghibah, iri, maksiat kecil maupun besar, hiburan kosong, dan pergaulan yang melemahkan iman. - Cari Lingkungan yang Mendekatkanmu pada Allah
Bergaullah dengan orang-orang yang sering menyebut nama Allah, yang membimbing dalam kebaikan, yang mengingatkan dengan kelembutan. Karena lingkungan akan sangat berpengaruh pada istiqomah hati. - Tulis Rasa Rindumu dalam Doa
Kadang rindu yang tidak terungkap bisa terasa sesak. Tuangkan dalam bentuk doa yang jujur. Tulis atau ucapkan, seperti:Ya Allah, aku rindu pada-Mu. Rindu pada ketenangan, rindu pada bimbingan-Mu. Jangan biarkan aku jauh. Dekap aku kembali dalam kasih sayang-Mu.
Rindu kepada Allah adalah cahaya awal dari hidayah. Tapi cahaya itu bisa padam jika tidak dijaga. Maka istiqomahlah. Jangan tunggu rindu itu hilang. Jemput ia, dan tumbuhkan dengan amal, dzikir, dan cinta.
Karena jika kita rindu kepada Allah, sesungguhnya itu tanda bahwa Allah lebih dulu merindukan kita. Dan tidak ada rindu yang lebih indah daripada rindu yang membawa jiwa kembali pulang ke Tuhan-nya.