Pemuda memiliki adil besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya bangsa tergantung pada kondisi para pemuda nya. Bagaimana pemuda ideal menurut islam?

Pemuda jika memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan jiwa kepemimpinan, maka bangsa itu akan maju, besar dan memimpin peradaban dunia. Namun sebaliknya, jika kondisi pemuda nya sering berbuat kemaksiatan, seperti pesta seks, minum-minuman, terjerat narkoba, sering terlibat tawuran, pornografi, maka sudah dipastikan, bahwa masa depan bangsa juga akan suram.

Pemuda adalah calon generasi yang diharapkan bisa menggantikan generasi sebelumnya. Sehingga diperlukan generasi yang memiliki akhlak yang baik. Dalam Alquran digambarkan pemuda Ashhabul kahfi, yaitu sekelompok pemuda yang memiliki integerasi moral (Iman).

إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

”Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).

Dalam hadits disebutkan kalimat, syabaabaka qabla haramika (Masa mudamu sebelum masa tuamu). Dari ayat dan hadits tersebut tampak bahwa masalah kepemudaan oleh Islam sangat ditekankan. Ditekankan karena tidak saja masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan juga di masa muda itulah segala kekuatan dahsyat terlihat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa pemuda adalah aset utama bangsa, dan pelanjut, penerus estafet kepemimpinan. Menurut ahli kepribadian, usia itulah (15-30) yang menentukan arah dan pertumbuham kehidupan seseorang. Generasi muda adalah istilah yang mengacu kepada tahapan masa kehidupan seseorang yang berada diantara usia remaja dan tua.

Imam Syafii mengatakan, “Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaan nya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya. Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).”

Oleh : R Bunga Salsabila