Salah satu sifat Allah yg tidak boleh dijamah digunakan oleh mahluknya adalah sifat Takabbur aktornya adalah Mutakabbir yang artinya sombong, congkak dan arogan
Sifat ini hanya boleh dimiliki oleh yg mutakabbir, Allah Jalla Jalaaluh
Ketika Allah memperlihatkan kesombongan Allah berfirman dalam Al Quran
                                                       لَااِله الا انا فاعبدنى
Artinya: Tidak ada Tuhan selain aku maka sembahlah  aku (Qs Taa-Haa: 14)
Bisa saja seseorang terperangkap dalam ketakabburannya  karena beberapa faktor antara lain:
Status sosial merasa dirinya lebih hebat dari lainnya seperti yg dipertontonkan Iblis ketika Allah memeritahkannya untuk hormat dan sujud kepada Nabi Adam AS maka iblis ابى tidak mau dan استكبر sombong seraya berkata  saya lebih baik dari adam dan dia menambah kelakar dan angkuhnya “Engkau ciptakan adam dari tanah sedangkan kau ciptakan aku dari percikan Api” inilah sebenarnya permasalah kronis yg menimpa Iblis”
Berbeda dengan malaikat yang taat dan patuh atas titang sang Rabb maka dengan mudahnya iya respon perintah Allah, dan ini yang berkembang di dunia santri yang begitu cairnya segala urusan di Pondok Pesantren karena unsur malaikat selalu mengkristal dikalangan santri.
Maka tak heran kalau santri lebih legowo hidupnya dibanding dengan yg tidak nyantri. contoh yang sangat sederhana ketika santri Wukuf di Padang Arafah Mabit di Muzdalifah dan Mina untuk lempar Jamarat, Santri lebih menerima akan kewajiban Taklifi yang di bebankan oleh Mukallif kepada sang Mukallaf subhanallah ajib jadi santri ya.
Faktor kedua adalah Ilmu, tidak sedikit orang sombong karena Ilmu. Sadarlah bahwa Allah berikan kepada Ilmu yang amat sedikit:
وما اوتيتم من العلم الا قليلا
Artinya: Dan aku tidak memberikan ilmu kepada kalian kecuali amat sedikit (Qs Al Isra: 85)
Ikhtishor kalam, ambilah Ilmu. semakin berisi semakin tunduk, jangan pernah ambil Ilmu ilalang yang semakin hari semakin mendangak ke atas walaupun kosong, dengan kata lain air beriak tanda tak dalam.
Untuk menambah keyakinan akan Alimnya Dzat yang Maha Alim Allah berfirman
قل لوكان البحر مدادا لكلمات ربى لنفد البحر قبل ان تنفد كلمات ربى ولوجئنا بمثله مددا
Artinya: Katakanlah wahai Muhammad, sekiranya lautan dijadikan tinta untuk menulis kalimat-kalimat Rabku niscaya air lautan itu habis sebelum kalimat-kalimat Rabku habis walaupun kita datangkan seumpanya sebagai tambahan (Qs Al Kahf: 109)
Santri ayo kita raih Ilmu dan jangan sombong
Fakror ketiga adalah harta;
Harta adalah amanah yg Allah titipkan kepada hambanya, seyogya seorang yang mendapatkan titipan harta untuk gemar berbagi dengan sesama tidak pelit dalam membelanjakannya. Seorang yang cerdas akan sangat arif dan bijaksa dalam mengalokasikan harta dimaksud untuk menopang hidupnya sehingga keberadaanya tidak membani sesama, karenanya menjadi pribadi muslim yang kuat lebih baik dibanding menjadi muslim yang lemah.
Maka satu inovasi yang di  galang oleh para Masyayikh di Pondok Pesantren adalah sebuah terobosan yang patut mendapatkan apresiasi dari kalangan santri khususnya untuk merubah pradigma yg keliru dimana publik opini yang terbangun adalah santri miskin dan Marjinal saatnya Ekonomi pesantren bangkit.
Tetapi santri tersebut harus bebas dari sombong. Namun yang muncul adalah sifat rendah hati seperti yang ditamtsilkan baginda Nabi Sulaiman AS yang beliau ucapkan “Semata-mata Allah ingin mengujiku adakah aku (Sulaiman) bersyukur atau kufur”.
هذا من فضل ربى ليبلونى أأشكر ام اكفر
Artinya: Ini adalah keutamaan dari Rabku untuk mengujiku adakah aku bersyukur atau kufur (Qs An Naml: 40). Wallahu A’lam