“Tuhan, izinkan aku untuk melupakanmu! Aku akan belajar Melupakanmu, bukan karena Aku Tidak lagi menyayangimu bukan juga karena sayangku telah habis. Namun aku sadar menyayangi sendiri bukanlah hal yang wajar.”
Pagi ini Keisya sedang duduk sambil minum green tea dan menatap kaca kamarnya, karena hari ini hari libur jadi Keisya tidak sekolah, kemarin adalah pertemuan terakhir Keisya dengan Raka di kelas.
“Aku rindu kamu Raka?” Ucap Keisya.
Keisya tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, jika saat ini Keisya sedang merindukan Raka, Raka kamu dimana? Keisya ingin melihat mu Raka.
Tok…Tok terdengar suara ketukan pintu, refleks Keisya melihat kearah pintu yang masih tertutup, Keisya pun mengusap air matanya yang mengalir di pipi mungil nya.
“Masuk.” Ucap Keisya, dan terbukalah pintu kamarnya dan ternyata itu adalah sahabatnya Sabrina.
“Sya, kamu mau ikut tidak?” Tanya Sabrina.
“Kemana?” Tanya Keisya berdiri.
“Ke depan, makan bakso.” Jawab Sabrina.
“Sama siapa?”
“Sama Salma, Anna, dan Bintang.” Jawab Sabrina.
“Sebentar aku mau ganti baju ku dulu.”Ucap Keisya bergegas menuju lemari baju, dan Sabrina pun pergi dari kamarnya.
Setelah Keisya mengganti baju menggunakan gamis hijau, dan berkerudung dengan bros yang bergambar wanita muslimah. Keisya tidak suka berdandan karena dia suka wajah yang natural dan cantik. Setelah itu Keisya bergegas turun dan menemui teman-temannya.
“Ayo.”Ucap Keisya sambil tersenyum.
“Nanti ke Alfamart dulu ya,” Ucap Salma sambil berdiri.
“Sebentar aku mau pamit dulu sama ka Diva.” Ucap Keisya pergi ke ruang makan.
“Ka Diva Keisya pergi dulu ya, mau makan bakso.” Ucap Keisya pada ka Diva.
“Iya hati-hati ya.”
Dalam perjalanan teman-temannya bercerita jika mereka juga merindukan suasana kelas yang berisik.
Dan terdengar suara lagu dari handphone Sabrina.
Datang akan pergi,
lewat kan berlalu,
ada kan tiada, bertemu kan berpisah,
awal kan berakhir, terbit kan tenggelam,
pasang akan surut, bertemu akan berpisah,
hei…sampai jumpa di lain hari,
untuk kita bertemu lagi.
“Sabrina, ngeselin nih.” Ucap Keisya merebut handphone nya Sabrina dan mematikannya.
“Kok, di matiin Keisya?” Tanya Sabrina.
“Aku sampai ingin menangis dengar lagu itu.” Ucap Bintang.
“Iya, aku juga sedih dengar nya.” Ucap Anna.
“Aku tidak ingin kelas kita di pisah!” Ucap Keisya dengan lirih.
“Iya Keisya aku pun tidak ingin itu terjadi!” Ucap Anna.
“Iya maaf teman-teman.”Ucap Sabrina.
# Alfamart…
Setelah sampai di depan Alfamart. Salma pun masuk dengan Anna dan Bintang, sedangkan Keisya dan Sabrina menunggu didepan.
Pking…suara handphone Keisya berbunyi, berharap itu pesan dari Raka. Dan ternyata itu adalah chattan dari grup.
AVZANETRA
Ilham
“Woy… kangen kelas.”
Elisa
“iya sama aku juga,”
Mutiara
“Hey, bagaimana kabar kalian?” Tanya Mutiara
Maulana
“Jangan khawatir! kita baik kok.”Jawab Maulana.
Ilham
“Semoga ini semua adalah jalan yang terbaik untuk kita.”
Salsabila
“iya aminn, dan jangan penah lupain kenangan kita di kelas ya kawan!”
Dan setelah itu Keisya langsung memasukan lagi handphone nya, percakapan itu hanya akan membuat nya sedih.
Pking…
“Paling dari grup.” Ucap Keisya dalam hati, sambil merilik Sabrina yang fokus memainkan handphone. Betapa terkejut nya Keisya saat melihat jika itu pesan dari Raka.
Raka.
“Keisya, Bagaimana kabarmu?”
Keisya.
“Baik, kamu sendiri?”
Raka.
“Aku baik, keisya sedang apa kamu?.”
Keisya.
“Syukur deh jika kamu baik-baik saja, aku sedang berada di depan Alfamart sambil duduk di bangku panjang dan sambil baca chattan dari seseorang.” Jawabnya sambil bergurau.
Sebenarnya Keisya ingin bilang jika dia sedang pergi untuk menghilangan rasa rindunya pada Raka, tapi ada sesuatu yang membuat Keisya takut mengatakan itu.
Raka
“Owhhh ya? Kamu sedang chattan dengan siapa memangnya?”
Keisya
“Mmmm…dengan orang yang aku rindu.”
Raka
“siapa dia? Apakah itu aku Keisya?” Tanya nya.
Setelah Keisya membaca chat dari Raka, air mata nya tumpah dan terdengar isak Keisya oleh Sabrina.
“Keisya, ada apa dengan mu? kenapa kamu menangis?” Tanya Sabrina.
“Sabrina, aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, aku rindu Raka Sabrina!.” Jawab Keisya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu Sabrina.
“Aku yakin Keisya, kamu pasti bisa melupakannya, jangan pernah berusaha untuk menjauh darinya, karena itu tidak akan membuat rasa sayang mu hilang, malah itu semua akan meninggalkan kerinduan untukmu kepadanya,” Ucap Sabrina sambil mengusap air mata Keisya yang berjatuhan.
“Iya Sabrina, aku yakin rasa sayang ku akan hilang seiring berjalannya waktu.” Ucap Keisya sambil menundukan kepalanya.
 “Keisya, ingat sayang itu tidak harus memiliki bukan?”  Tanya Sabrina, mengingatkan Keisya yang juga pernah mengakatan itu.
“Iya Sabrina, aku tidak ingin karena keegoisan ku, akan membuat perasaan sahabat ku terluka, dan biar lah ini semua jadi urusan ku.” Jawab Keisya sambil tersenyum.
Beberapa Jam Kemudian
Kemudian datanglah Salma, Anna, dan Bintang dari Alfamart sambil membawa sekantong plastik yang mereka beli.
“Ayo Sabrina Keisya, kita langsung makan saja, aku sudah lapar nih.” Ucap Anna.
“Iya, kita mau makan bakso dimana ini?” Tanya Bintang.
“Kita makan ditempat biasa saja, bakso nya enak, aku suka makan bakso disana.” Ucap Sabrina sambil berdiri dari tempat duduknya.
Setelah semua nya setuju mereka pun pergi ke tempat bakso 88, Keisya pun bisa tersenyum dan tertawa saat 2 menit dia terdiam.
“Begitu dong senyum, kan cantik di lihatnya.”Ucap Sabrina kepada Keisya.
“Iya, ada apa Keisya? dari tadi hanya diam terus.” Ucap Salma.
“Seseorang yang mencintai mu tidak akan pernah kehabisan alasan untuk mempertahankan mu, dan tak akan pernah mencari alasan untuk melepaskanmu.” Ucap Bintang mengeluarkan kata-katanya sambil tersenyum.
“Sudahlah jangan rindu terus, kan masih ada kita.” Ucap Anna sambil melirik kearah Keisya.
“Iya terima kasih, kalian sudah membuat rasa rindu ku hilang.” Ucap Keisya sambil tersenyum.
Semuanya pun tertawa, Keisya merasa bahagia mempunyai sahabat yang pengertian dan selalu ada untuknya. Memang sahabat lah yang bisa membantu kita dari semua kesulitan yang kita rasakan, kerinduan terhadap seseorang yang kita sayangi pun bisa terobati dengan sahabat, ialah yang menghapus luka dan kesedihan yang sedang kita rasakan.
“Jangan pernah meninggalkan sahabat demi orang yang kalian cintai! Karena sahabat lah yang harus kalian pertahankan.”