Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat. Ingatlah!  bahwa orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kita, sampai kita mau mengikuti agama mereka. Mereka akan melakukan cara apapun demi menjerumuskan kita untuk masuk atau mengikuti agama mereka.

Seperti dalam firman Allah s.w.t :
“Orang yahudi dan nashrani tidak akan suka kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah adalah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka, setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Berbagai macam cara pasti akan dilakukan oleh mereka, tujuannya untuk melancarkan kristenisasi. Yaitu dengan cara memalsukan Al-quran, seorang pendeta mengaku-ngaku sebagai pak haji, dan sampai ada upaya untuk memurtadkan ulama di Indonesia. Dan ada pula tokoh-tokoh muslim yang mendukung tujuan melancarkan kristeniasi. Ada seseorang yahudi yang menjabat sebagai direktur organisasi misi kristenisasi, mengatakan:
“Misi utama kita bukan menghancurkan kaum muslimin sebagai seorang kristen, namun mengeluarkan seorang muslim dari islam agar tidak menjadi orang yang tidak berakhlak, sebagaimana seorang muslim pada umumnya. Tujuan kita sekarang ialah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari islam, generasi yang jauh dari penjajah, generasi malas, dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu saja.”
Diantara modus baru kristenisasi itu adalah:
-Membangun kerja sama dengan lembaga atau ormas islam. Seperti cara yang kerap kali dilakukan oleh para kongmerat-kongmerat yang beraktifitas sebagai misionasis seperti hari Tanu yang sering mendatangi berbagai pesantren, masjid, sekolah islam dengan berpeci dan berpakaian layaknya sebagai seorang islam, dengan dalil untuk memberikan bantuan dan kerja sama untuk membangun Pesantren.
-Menjadikan tempat-tempat keramaian sebagai sarana kristenisasi. Seperti halnya yang terjadi di Menumen Nasional yang lebih kita kenal dengan sebutan Monas, di Jakarta. Sesaat rakyat tengah menikmati gelar budaya rakyat di lapangan utama Monas, Jakarta berupa hiburan dan musik dan tarian-tarian, tanpa kita sadari di tengah-tengah hiburan tersebut telah atau sedang terjadi ritual kristenisasi berbungkus dengan pengobatan, pebagian sembako gratis, pembagian hadiah, dan yang lain-lainnya, yang belum lama ini kita rasakan bersama.
-Mengajak Piknik dan Rekreasi 
Siapa sangka, jikalau tawaran piknik grastis akan berunjung atau menghasilkan  sebuah permutadan.
-Misi permutadan ditahun baru, momen yang paling ditungg-tunggu, apalagi seperti remaja saat ini, meminta izin kepada kedua orang tua ditahun baru, dengan alasan ingin menghadiri Majlis dan lain sebagainya. Akan tetapi setelah mendapatkan izin dari orang tua bukannya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknyanya, akan tetapi digunakan untuk nongkrong, berpacaran, menonton konser yang tidak bermanfaat, menonton sesuatau yang menimbulkan mudhorotnya saja. Dan pada momen tahun baru pula banyak seseorang muslim laki-laki maupun perempuan yang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syari’at islam, bahkan yang mereka lakukan adalah perbuatan sia-sia dan bisa merusak aqidah tanpa mereka sadari. Padahal Rosulullah SAW telah dari tahun 1400 tahun yang lalu mewanti-wanti kita agar tidak terjerumus kedalamnya. Sebagimana Rosulullah bersabda dalam hadistnya yang artinya:
“Sungguh kalian akan mengikuti prilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lubang biawak gurun tentu kalian akan mengikutinya.” (H.R. Bukhori ).
Nah, disini saya telah menjelaskan bagaimana cara orang Yahudi dan Nasrani Melakukan segala cara untuk menghasut kita semua, untuk mengikuti mereka. Maka jagalah iman dan ketaqwaan kita dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai ada diantara kita semua memperjual belikan agama yang kita anut, untuk suatu hal yang sangat sepele.
#Siti Khodijah asal Bekasi, anak kelas 6 Muallimin dan menjadi anggota Qolami