“Krek, Krek.” Terbukanya jendela seorang yang Alim. Bertanda rumah nya sedang di rapihkan. Dia bernama Fatimah Az zahra, ia rajin membersihkan rumah tersebut dan  bisa di katakan pintar di kelasnya. Pokoknya banyak kelebihan yang ada pada dirinya Deh…! ia memiliki teman bernama Amer Najhan teman sekolahnya.
Di suatu hari ia di kabarkan oleh seorang temannya bahwa di ITB Bandung, salah satu Universitas yang terkenal ketika itu, ada perlombaan “ Elektro Robot TIK” Salah satu ajang yang bergengasi ketika itu. Pesertanya pun ada dari Mancanegara salah satunya Jepang dan Turkey. Amer pun senang mendengar berita tersebut, dan Amer pun mengajak ke lima orang temanya yang bernama, RAHMAN, RAHIM, MALIK, QUDDUS, NAJWA. Mereka semua teman Amer yang menurut Amer mempunyai kelebihan dalam mengotak-gatik mesin dan memodifikasinya dengan sempurna. Amer pun menanyakan kepada ke lima teman tersebut, walhasil ke lima temannya pun mau mengikuti ajang yang bergengsi itu. Amer pun senang dan ia lansung mendaftarkan ke lima temannya, Amer dan kawan-kawan di beri waktu oleh panitia 20 hari untuk merakit hasil yang akan di tampilkan di depan dewan juri.
20 Hari kemudian
Amer dan ke lima kawannya telah menyelesaikan raitannya dengan sempurna. Mereka pun saling memuji hasil yang telah mereka rakit. 
“Wih, keren, bikin radio pakai Dinamo TEZ%1/4.” Ucap Najwa dengan rasa takjubnya kepada Rahman.
“Lebih keren kamu, bikin Helikopter degan teknologi mesin yang menyerap sinar matahari.” Ucap Rahman kepada Najwa.
“Ah… bisa saja kamu Rahman.” Ucap Najwa.
“Udah, ayo berangkat. Ngobrol mulu…!” Seru Rahim dengan nada kesal kepada empat temannya itu.
“ya udah, ayo kita berangkat. Kita jalan dulu ke jalan raya, kemudian naik bis…!ok.” Ucap Amer kepada lima kawannya.
Setelah mereka berbincang-bincang lama akhirnya mereka berangkat menuju ITB Bandung. setelah sampainya mereka di jalan raya ada seorang wanita yang mendekati mereka, yaitu Fatimah temannya Amer. 
“Assalamu’alaikum…!” Seru fatimah kepada mereka.
“wa’alaikumsalam,” Mereka menjawab dengan serentak kepada Fatimah.
Setelah Amer mangetahui bahwa yang datang adalah Fatimah, ia langsung bergegas menuju Fatimah.
“Eh Fatimah ada apa … ? Ada yang bisa saya bantu?” Seru Amer dengan ekspresi dengan ceria dan dengan bahasa yang baku.
“Ia….! sebelumnya saya boleh bertanya…?” Ucap Fatimah.
“Ia, silahkan “ Jawab amer.
“Kamu nanti berangkat lewat SMA 31 bekasi tidak….! kalau lewat tolong kasihkan ini.” Ucap Fatimah dengan tersenyum sambil menyodorkan sesuatu.
Amer pun heran terhadap sesuatu yang diberikan Fatimah. Ia memberikan kantong plastik hitam yang berisi kaleng yang berbentuk yang bisa dibuka tutup dan jam tangan dengan warna dasar hitam dan berwarna merah dipinggir kaca jam.
“Tidak tau mah?”Jawab Amer.
“Ya sudah Amer, pegang saja dulu kali saja kamu lewatin sekolah itu, kalau kamu lewatin tolong kasih ya ke cowok yang bernama Vicky anggara oke.” Ucap Fatimah.
“Owh ya sudah kalau begitu.”Ucap Amer kepada Fatimah.
“Ya sudah, saya berangkat dulu ya.”Ucap Amer.
“Ya sudah terima kasih, hati-hati di jalan.’’Ucap Fatimah.
Amer pun meninggalkan Fatimah dan langsung kembali menghampiri lima kawan nya.
                                     ###########
Sampailah mereka di ITB Bandung, setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama.
 “Wow… keren-keren banget karya-karyanya! Apa lagi ini, lampu yang menyerap sinar matahari di siang hari dan hasil dari penyerapan itu akan nampak ketika malam hari, ia menyala tanpa menggunakan listrik.”Ucap Malik dengan rasa takjubnya.
“Ia benar, keren-keren banget…! Tapi?” Jawab Rohim.
“Tapi, kenapa Rohim?”Tanya Malik.
“Nanti kamu juga tau sendiri,” Jawab Rohim.
“Baiklah kalau begitu…!”Ucap Malik sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
Setelah berbincang-bincang lama mereka pun langsung menghampiri panitia dan memberikan hasil mereka kepada panitia, yang nantinya akan ditempel di tempat yang sudah disediakan.
Beberapa saat kemudian, panitia memberikan kabar kepada peserta untuk bersiap-siap karena juri akan segera menilai dan ketika itu salah satu dewan jurinya adalah Bj. Habibi atau Mr.Crack.
Mr. Crack adalah julukan untuk Bj. Habibi Karena, beliau bisa mendektifikasi keretakan pada bagian pesawat dengan alat atau teori yang di buatnya.
Kami semua senang sekali, karena hasil kami di renspon baik oleh beliau dan ketika akhir perlombaan, beliau berpesan kepada semua peserta lomba.
“Ubahlah wajah indonesia dengan karya anak bangsa, tangan-tangan anak bangsa dan kreativitas anak bangsa.
Sebuah pesawat tidak akan bisa terbang kalau dalamnya tidak ada teori penerbangan. Begitu juga anak bangsa, tidak akan dapat berkarya kecuali mereka berusaha.” Itulah yang beliau katakan ketika diakhir penutupan lomba.
                                                 #########
Perlombaan pun selesai dan juara akan diumumkan sore nanti di gedung pertemuan.
3 jam kemudian
Sampailah acara yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman juara. 
“Langsung saja berdirinya saya disini ingin membacakan juara-juara pada Olimpiade Elektro Robot tik…! Juara ketiga diraih oleh Steven wick dari amerika serikat, juara kedua…diraih oleh mahmed solmet dari Turky, dan juara pertama yang kita tunggu-tunggu ialah diraih oleh Najwa bilqis az-zahra dari Indonesia.” Ucap panitia kepada hadirin.
“Horeee…Najwa menang…”Sorak mereka kepada Najwa dengan rasa senang yang tiada batasan.
“Wiiih…Najwa hebat ya bisa menang ditingkat internasional.”Ucap Rahim.
“Alhamdulillah Najwa tidak menyangka bisa menang juara 1, setelah beribu-ribu kali kalah diperlombaan, tapi ketika itu Najwa tidak pernah putus asa, akan tetapi Najwa berpikir bagaimana caranya bisa bangkit dan bangkit.”Ucap Najwa kepada teman-temannya.
Beberapa menit kemudian panitia menyuru para pemenang untuk naik ke atas panggung untuk diberikan hadiah. Rasa senang yang ada pada Najwa pun tidak dapat di gambarkan oleh kata-kata dan dipikirkan oleh akal.
Matahari telah terbenam, pertanda waktu magrib akan tiba, mereka pulang dengan membawa kebahagian yang tak ternilai harganya.
#Muhammad Zihad Al-Fiansyah santri kelas 5 Muallimin asal Jakarta dan menjadi anggota Qolami.