Jangan bikin kesabaran gua abis. Apakah kalian tahu kata-kata itu sangat familiar untuk di dengar, banyak manusia ketika marah mengucapkan kalimat itu. Mungkin di antara kita juga pernah mengatakannya, apakah kalian tahu bahwa manusia tidak mempunyai batas kesabaran selagi manusia itu mau bersabar, jika kalian punya teman yang suka mengolok-olok kalian atau semacamnya. Anggap saja itu sebagai penguji kesabaran kita, bagaimana kita menghadapi sikapnya? Cukup dengan kata Sabar. Sebagaimana kita mengetahui bahwa Allah SWT berfirman: Innaallaha ma’a shobiriin” Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar. 

Kita harus meneladani apa yang telah Rasulullah SAW lakukan, ketika beliau da’wah beliau di lempari kotoran, ketika beliau sedang berjalan beliau di ludahi tapi beliau selalu sabar. Ada suatu cerita 

Ketika itu Rasulullah SAW sedang berjalan menuju pasar kota Madinah beliau melakukannya setiap hari kamis dan ketika di perjalanan menuju kota Madinah ia memberi makan seorang Kakek tua yang matanya buta. Ketika Rasul menyuapi Kakek tersebut kakek itu berkata, “Muhammad itu sudah gila, dia sudah menyiarkan agama yang sesat” nabi Muhammad tersenyum. Apakah nabi Muhammad meninggalkannya? Tidak. Justru nabi melakukannya di setiap perjalananya menuju kota Madinah.

 Ketika Rasulullah wafat Abu Bakar RA bertanya kepada Siti Aisyah. “Wahai Siti Aisyah, hal apakah yang sering Rasul lakukan? ” Aisyah pun menjawab “Rasulullah berpergian ke kota Madinah pada setiap hari kamis untuk memberi makan seorang kakek yang buta” keesokan harinya Abu Bakar pun pergi menuju pasar kota Madinah, ketika Abu Bakar sedang memberi makan Kakek tersebut Kakek itu berkata “Kau siapa?, kau bukan orang yang biasa memberiku makan, dari wanginya dan cara kau memberi makanku, sungguh beda dengan orang sebelumnya kau sangat anggun dan lembut” mata Kakek itu berkaca-kaca 

Lalu Abu Bakar menjawab “Ya, Aku bukan orang yang biasa memberimu makan, yang biasa memberimu makan yakni telah wafat kemarin lusa” Kakek itu pun menangis tersendu-sendu “Siapakah ia?” Kakek itu bertanya, kemudian Abu Bakar menjawab “Ia adalah nabi Muhammad SAW” dan sejenak Kakek itu menangis menjadi-jadi.  “Apa yang telah kulakukan?” tanya Kakek itu “Wahai sahabat nabi? Saksikan aku untuk masuk agama islam” seraya menangis Kakek itu mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Abu Bakar.

Sungguh dengan rasa sabar dan akhlak Rasulullah SAW dapat meluluhkan hati seseorang. Sabar itu hebat bukan? Marilah bersabar dan jangan banyak mengeluh. Okey! Mungkin sampai sini saja, jangan lupa untuk selalu bersabar.

#Putra Ilham Mahmuri santriwan kelas III Muallimin asal Bekasi