Wahai santriwan dan santriwati, apa kabar kalian? Mudah-mudahan semuanya baik dan senantiasa dalam naungan Allah, Aamiin.

Kuy, kita itu sekarang penerus bangsa, kita pamuda! Kudu siap memimpin, karena di tangan kitalah cita-cita bangsa akan tercapai, pamuda kudu tegas, jangan lemot, letoy atau lemes, mau jadi apa nantinya bangsa ini?

Hey pamuda, jangan kita larut dalam cinta yang semu yang hanya membuat hati kita beku dan tak mau bergerak , isrtilahnya tuh zona nyaman, keluarlah dari zona nyaman! Dan lihatlah bangsa, bahwa bangsa kita butuh kita sebagai pamuda yang bermutu, apalagi santri. Hey pamuda! Bergeraklah, jangan mau di butakan oleh cinta yang hanya berujung menyakitkan hati kita, boleh kita cinta terhadap seseorang akantetapi kita kudu  bisa menyetarakan dengan gerakan kita.

Dahulu, pamuda berjuang mati-matian memerdekakan bangsa ini, sekarang? Pamuda mati-matian mematikan bangsa ini, pamuda sekarang sibuk dengan gadgetnya, pacarnya, gayanya dan masih banyak lagi sehingga mereka terjebak di zona nyaman.

Hey pamuda, cobalah! Hal yang baru bermanfaat jangan maunya berdiam diri, mematung dan tidak bergerak, jangan dengarkan orang yang mencaci kita, anggap saja omongan itu sebagai motivasi mereka yang hanya bisa berkomentar sama halnya seperti penonton sepak bola, kita kudu jadi pemain, jangan mau jadi penonton.

Hey pamuda, ayolah kita buktikan perkataan Bung Karno yang dengan 10 pamuda akan mengguncangkan dunia, ada pepatah yang mengatakan “Semangat pamuda dapat merubuhkan gunung.” Lah bukan main, amuda Al-Ataz bukan pamuda tebang-tebang.

Hey pamuda, jangan pernah sedih dengan kegagalan, karena kegaga;an adalah awal kesuksesan, harusnya kita senang, kegagalan kita berkurang, seperti halnya Kolonel Sanders, pernah gagal seribu kali saat harus menemukan restoran yang mau menggunakan resep ayam gorengnya, apakah dia menyerah? Jelas tidak, justru dia membuat restoran yang bernama KFC, bayangkan! Sudah berapa banyak restoran KFC di dunia?

Itulah hikmah dari kegagalan, pasti ada keberhasilan yang terselip, seribu kali di tolak di restoran-restoran, malah sekarang mempunyai restoran ternama, mantul gak tuh?

Hey pamuda, jangan pernah takut mencoba! Saya pernah dapat motivasi “Tugas kita hanya mencoba dan melakukan sebagik mungkin, berhasil atau tidaknya itu urusan Tuhan, karena kelak yang paling kita sesali kelak bukan karena kita gagal tapi, karena kita tidak berani mencoba.”

Hey pamuda, gunakan masa muda dengan baik, jangan dengarkan kata penonton, ayo kita berperan sebagai pemain, selamat berjuang untuk diri kita semoga berhasil.