Alhamdulillah kita panjatkan puji serta syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kami semua beribu-ribu nikmat yang diantaranya nikmat Iman, Islam serta sehat wal afiat, sehingga pada tanggal 5 Juli 2020, PONPES Al-Hidayah Al-Mumtazah mengadakan acara yaitu Wisuda atau Haflah, perlu diketahui bahwa sangat sulit sekali untuk Pesantren mengadakan acara di masa pendemi ini, tapi alhamdulillah berkat doa kelas VI dan semuanya, acara pun dapat terlaksana dengan lancar, walaupun acara wisuda dilaksanakan di halaman asrama putri yang biasanya didepan masjid Nurul Ifaqoh, dan masih banyak kekurangan-kekurangan lainnya, namun kelas VI sangat memakluminya, bagi mereka yang terpenting mereka bisa terwisuda diatas panggung.

Pembawa acara kali ini adalah Ariko Zaidi dan Faqih Hasbi anak kelas V muallimin, Acara diawali dengan pembacaan Qiroatul Qur’an yang dibawakan oleh Wisudawan Zihad Al-Fiansyah, setelah itu acara dibuka dengan pembacaan basmallah yang dibuka langsung oleh pimpinan Pesantren. Dan acara selanjutnya sambutan-sambutan yang disampaikan oleh: Pimpinan, ketua NIHAIE, wisudawati Putri Aulia, dan perwakilan dari para wali yaitu H, Syahril Romli.

Acara wisuda ini dimulai dari jam 07:15 pagi, sampai jam 12:00 WIB, biasanya ada pentas diakhir acara, namun untuk wisuda angkatan VIII ini, Pesantren tidak bisa mengadakan acara dengan waktu yang lama, sungguh banyak sekali kendala yang dialami kelas 12 sebelum mereka diwisuda, diantaranya mereka harus menyelesaikan program NIHAIE, yaitu Tahfidz, karya ilmiyah, amaliyatut tadris dan khutbatul wada’, melunasi pembayaran, dan Ujian akhir. Butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan itu semua, karena keadaan yang telah berubah membuat mereka kesusahan, bahkan ada 2 agenda yang tidak dilaksanakan seperti biasanya, yaitu Amaliyatu tadris (praktek mengajar) dan Khutbatul Wada’ (Pidato perpisahan). Bagi santriwan/wati Al-Hidayah Al-Mumtazah, kelulusan mereka bukan jalur virus yang orang katakan, karena mereka disini dituntut untuk serius dalam mengerjakan tugas akhir, harus diakui bahwa angkatan VIII adalah angkatan yang hebat, mereka kuat dan sabar dalam menghadapi masalah yang ada.

“Assalamualaikum warohmatu Allahi wabarokatuh, puji serta syukur saya panjatkan kepada Ilahi Roby yang mana telah memberikan kami semua dengan beribu-ribu nikmat diantaranya, nikmat Iman, islam serta sehat wal afiat sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang penuh mubarokah ini, saya sebagai ketua NIHAIE menyampaikan banyak terima kasih kepada Pimpinan, kepala madrasah, Guru-guru serta para tamu undangan yang sudah hadir diacara wisuda santriwan/wati angkatan VIII, alhamdulillah, mereka yang telah menyelesaikan tugas-tugas NIHAIE nya dengan lancar walaupun banyak masalah yang menghadang jalan mereka, namun mereke tetap semangat dan berhasil menyelesaikan semua tugas NIHAIE nya, saya berharap kepada seluruh wisudawan/wati agar dapat menjaga nama baik Pesantren serta selalu menjaga tali silaturahmi kepada Pesantren, karena saya takut kalian akan lupa mengunjungi Pimpinan dan dewan Guru semuanya, dan saya juga berharap ilmu yang kalian dapatkan menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kalian semua, sekali lagi saya mohon maaf kepada tamu undangan atas tempat dan sidangannya yang mungkin kurang memuaskan bagi antum-antum sekalian,” tutur Ustad, Nailur Rohman dengan tegas, itulah sambutan dari ketua NIHAIE.

Diakhir acara Pesantren memberikan penghargaan bagi wisudawan/wati yang berprestasi dalam mengerjakan tugas NIHAIE.

– The Best Tahfidz

  1. Muhammad Zihad Alfiansyah
  2. Putri Aulia
  3. Rosita

-The Best Tadris

  1. Siti Maemunah
  2. Liza Aprilliani
  3. Muhammad Fikry

-The Best Karya Ilmiyah

  1. Siti Ma’ani
  2. Khaerunisa
  3. Rizky Farhan Maulana

-The Best Khutbatul Wada’

  1. Hani Fitriyani
  2. Sadam Syahril Romli
  3. Mijmalil Arifin

Setelah pembagian Penghargaan bagi santriwan/wati prestasi, acara selanjutnya adalah memberikan kenangan-kenangan untuk Pesantren dari angkatan VIII kepada Pimpinan Pesantren, yang memberikannya adalah Putri Aulia dan Sadam Syahril Romli sebagai ketua ISMAM 19. Acara selanjutnya adalah pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustad, Burhan Ubaidillah.