Pada hari rabu yang bertepatan pada tanggal 25 Maret 2020, Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah meliburkan santriwan dan santriwatinya. Yang sebenarnya Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren tidak ingin meliburkan yang dikarenakan covid 19 yaitu virus corona ini. Butuh banyak pertimbangan bagi Pesantren untuk meliburkan anak-anaknya, namun melihat sekolah-sekolah dan Pesantren-pesantren diluar sana diliburkan. Pimpinan Pesantren pun akhirnya memutuskan dengan segala pertimbangan untuk meliburkan santrinya, walau kondisi diluar sana sangat mengkhawatirkan namun Pimpinan menyerahkan semuanya kepada kedua orangtua santrinya, yang semoga saja dapat menjaga kesehatan anak-anaknya.

Habis gelap terbitlah terang, perkataan R.A Kartini waktu itu, semoga Allah akan memberikan hikmahnya dibalik semua kejadian yang sedang kita alami sekarang. Sekali lagi, kondisi Indonesia sekarang sedang mengkhawatirkan, banyak korban yang berjatuhan karena covid 19 yaitu virus corona itu, selama ini Pesantren sudah berusaha untuk memberikan pengawasan dan penjagaan untuk para santrinya, namun karena banyak orangtua kalian yang bertanya-tanya kenapa tidak diliburkan, dan masalah keuangan Pesantren defisit, Abi dan Ummi memutuskan untuk meliburkan santri kelas 1-5 pada tanggal 25 Maret sampai dengan 04 April, untuk anak kelas 6 tidak akan pulang karena harus menyelesaikan tugas NIHAIE nya dan para Ustdzah. Dengan syarat sebelum pulang kalian harus membayar tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan. Abi berpesan kepada kalian ini untuk selalu jaga kesehatan kalian agar tidak tertular virus corona itu, dan ini bukan liburan yang seperti biasanya kita berlibur, sengaja Abi tidak berkata selamat berlibur seperti biasa Abi sampaikan ketika ingin berlibur, namun untuk kali ini Abi tidak akan mengatakan itu. Karena liburan kalian kali ini kalian akan diam dirumah. Dan hanya Pesantren kita yang telah melakukan UTS karena diluar sana belum ujian. Dan tolong aktifkan nomor WA kalian agar Pesantren dapat memberikan informasi jika kondisi dan keadaan sewaktu-waktu berubah. Sekali lagi Abi berpesan untuk tetap diam dirumah jangan keluar-keluar dan jangan banyak bermain handpone. – Ujar Pimpinan kepada santriwati saat berkumpul di Musholah, pada pagi hari.

Ada rasa sedih yang santri rasakan, karena ini bukanlah liburan yang biasa dilakukan karena biasanya mereka akan berlibur pada bulan puasa, namun karena virus corona yang sudah menyebar membuat Pimpinan meliburkan santrinya. Ini untuk pertama kalinya Pesantren meliburkan santrinya bukan dibulan Romadhan. Namun semoga apa yang dikatakan R.A Kartini. ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu benar, semua masalah pasti ada hikmahnya. Dan setiap penyakit pasti ada obatnya. Dzikir, tawakal dan banyak-banyak bersholawat. Insya Allah akan membuat hati kita damai dan tentram. Dan pada akhirnya anak kelas 6 pun diliburkan dengan syarat apabila semua tugasnya telah diselesaikan. Yaitu Tahfidz, Paper dan penulisan Tadris. Semoga apa yang dilakukan Pimpinan adalah jalan yang terbaik dan semoga Allah senantiasa melindungi umatnya.