Bismillah dengan atas rahmat dan ridho Allah

Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang di uji oleh Allah SWT dengan menurunkan musibah-musibah yang silih berganti dialami oleh umat Islam khususnya Indonesia mulai dari bencana gempa di lombok setelah itu disusul di palu dan donggala dan tak lama kemudian beralih ke selat sunda dengan sunami yang banyak sekali memakan korban, sehingga banyak dari para kaum hawa yang menjadi janda dan banyak dari kalangan anak-anak yang menjadi yatim dan piatu. Fenomena alam yang telah menimpa suatu negeri ini menurut kajian ilmiah, gempa bisa terjadi lantaran adanya pergeseran lempeng tektonik. Lantas siapa yang menggeserkan lempeng tersebut, apakah itu kemauan bumi tersendiri atau ada yang memerintahkan bumi itu untuk berguncang ? tetap pada intinya semua bencana alam yang terjadi di dunia ini atas izin Allah. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa Allah menurunkan suatu bencana di suatu negeri atau daerah ? jawabannya simpel bencana alam itu bisa jadi ujian atau peringatan.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِىٓ أُمِّهَا رَسُولًۭا يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى ٱلْقُرَىٰٓ إِلَّا
وَأَهْلُهَا

“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman (kezaliman) (Qs. Al-Qashash (28): 59).

وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا۟ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ٱلْقَوْلُ فَدَمَّرْنَٰهَا تَدْمِيرًۭا

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (Qs. Al-Isra’ 17() : 16)

Berdasarkan ayat di atas adanya hubungan antara dosa dan datangnya bencana, dengan kata lain Allah akan menurunkan bencana di suatu negeri jika penduduknya sudah banyak melakukan perbuatan maksiat, namun masih banyak dari manusia yang belum mengetahui hubungan dosa dan datangnya bencana. Allah tidak akan menurunkan suatu bencana kecuali di negeri terbut suka berbuat kezaliman sebagaimana Firman Allah dalam Qs. Al-Qashash (28) : 59.

Maka dari itu jangan salahkan alam bahkan sampai menyalahkan Allah bila di suatu negri terjadi bencana tapi introspeksilah pada diri kita sendiri, apakah selama kita hidup di alamnya Allah ini kita sudah menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya semua itu kembali kepada diri masing-masing. Allah sengaja menurunkan suatu bencana pada suatu negri untuk menajdi peringatan bagi orang-orang yang selamat dari bencana tersebut agar mau memperbaiki diri dan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larang-Nya. Allah Swt berfirman dalam Qs. Ar- Rum (30) : 41

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Qs. Ar-Rum (30) : 41).”

Semoga kita selalu mengintrospeksi diri kita terhadap apa yang telah kita lakukan dan kerjakan selama hidup di alam Allah ini.

#Ustad. Ahmad Marup, asal Serang Banten, salah satu guru yang mengajar di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah.