Pada tanggal 30 Februari 2020, Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah mempunyai program Nihaie yang mana terdiri dari:
1.Tahfidzul Al-Qur’an
2.Karya Ilmiah (PAPER)
3.Amaliyatut Tadris
4.Khutwatul Wada’

Ke-4 program itu telah berjalan dari tahun ke tahun dengan lancar, program Nihaie hanya dilaksanakan bagi anak kelas VI muallimin saja, yang mana program itu adalah syarat untuk kelulusan anak kelas VI muallimin. Program ini diketuai oleh Ust. Nailur Rahman, S.Kom.I beliau adalah ustad di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah yang berasal dari Madura beliau juga lulusan Pesantren Al-Amien. Ustad Nail telah menjabat sebagai ketua Nihaie selama 4 tahun. Dan alhamdulillah atas usaha beliau mampu melulusan anak kelas VI muallimin dengan baik dan dapat memenuhi syarat-syarat tersebut.
Ke-4 program itu sangat penting dan tidak mudah untuk seseorang bisa memenuhi semua itu. Namun Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah akan menjamin dengan 4 program itu akan menjadikan santriwan/wati dapat melewati pembelajaran saat di Perkuliahannya nanti. Dan program tersebut adalah bekal mereka untuk terjun ke Masyarakat nantinya.

Anak kelas VI muallimin dilatih dan dibimbing dalam menjalankan program Nihaie tersebut oleh Ustad dan Ustdzah di Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah dengan baik. Sehingga anak kelas VI muallimin akan berusaha dan belajar untuk dapat memenuhi syarat-syarat itu.

“Saya melihat anak DEIZA sekarang, semangat-semangat dalam menjalankan semua program Nihaie, ada usaha kalian dan perjuangan kalian selama ini. Berbeda dengan kakak kelas kalian yang kemarin.” Ucap Ustdzah Maidah, kepada anak kelas VI saat sedang mengajukan karya ilmiah (Paper), kepada pembimbingnya.

Perkataan itu membuat anak kelas VI muallimin menjadi nambah semangat, bahkan hanya untuk mendapatkan tanda tanggan seorang pembimbing mereka harus mendatangi Ustad mereka dirumahnya sendiri. Karena anak kelas VI diarahkan oleh ketua Nihaie untuk berusaha dan berusaha.

Dan pada tanggal 01- 08 Maret. Sidang Paper pun telah selesai. Walau masih ada 3 anak yang belum bisa sidang karena sakit dan ada halangan. Namun dapat diusahakan untuk bisa mengikuti sidang pada lain waktu. Setelah sidang anak kelas VI muallimin pun harus merevisi Papernya kembali untuk memperbaiki kesalahan tulisan ataupun judulnya. Semoga usaha dan perjuangan anak kelas VI muallimin selama menyelesaikan program ke-2 nya ini tidak sia-sia dan dapat bermanfaat bagi mereka semua dimasa yang akan datang. Amiinn.