Luka
Seseorang bisa sampai putus asa
Bahkan mati jiwa
Seolah luka pembunuh rasa
Jika luka amat menghina
Masihkah ada obat
Penyembuh diesok lusa?
Luka
Menyimpulkan rasa tak bermakna
Makna tak berguna
Itulah fakta yang sangat nyata
Aku menjerit
Tak kuasa menahan sakit
Kurasa nafasku terhenti
Oleh luka menyayat hati
Luka
Memang kejam
Seperti teriris pisau tajam
Yang menusuk begitu dalam
Luka
Kau tinggalkan bekas pilu
Dalam ingatan terdalamku
Luka…lalu, kapan semua ini berlalu?
Entahlah, aku pun tak tau

# Maemunah anak kelas VI asal Karawang, salah satu anggota QOLAMI.