Hello gays.
Kali ini ane akan ngasih kalian solusi gimana caranya ngadepin masalah dipondok?
Anak Pesantren tuh pasti mempunyai masalah entah itu dari teman ataupun uang jajan dan yang lain-lainnya, dan dengan semua masalah itu kalian pasti merasa bingung bagaimana menghadapinya, apalagi anak yang baru masuk Pesantren. Dan jangan pernah kalian merasa menyesal karena sudah dimasukan kedalam penjara suci ini, kemudian kalian akan merasa.
“Kenapa sih kok ane yang harus dikasih ujian berat kaya gini.” Itu namanya kalian lemah, kenapa karena Allah itu akan ngasih cobaan kepada hambanya yang kuat, dan Allah pun tidak akan memberikan cobaan yang melampai batasnya kemampuannya. Harusnya kalian bersyukur Allah masih nguji kalian itu tandanya Allah sayang sama kalian, jangan tunjukan jika kalian punya banyak masalah, hadapilah masalah kalian dengan senyuman. Tersenyumlah walaupun hati kalian sedang mengalami cuaca buruk, karena tersenyum disaat cuaca mendung menunjukan kalau kalian adalah pribadi yang kuat. Dan untuk masalah teman yang suka ngomongin kalian dari belakang atau dekat hanya ada maunya dan lain-lain, justru harusnya kalian berterima kasih pada mereka yang mengusik hidup kita, menghujat tanpa belas kasihan dan berkomentar sesukannya. Hadapi masalah dengan tersenyum, dengan begitu kalian akan menjadi jauh lebih dewasa, bersabar untuk meningkatkan iman kalian, setiap orang pasti memiliki batas kesabaran masing-masing, dan semua orang pasti tidak mudah untuk memaafkan kesalahan teman-teman kalian tapi orang yang memaafkan itu jauh lebih baik derajatnya, Allah saja maha pemaaf kesalah besar yang hambanya lakukan masa sesama hambanya sulit untuk memaafkan, sudahlah jangan pernah menuruti ego kalian yang bisa jadi buat masalah jadi rumit, dan jangan pernah balas kejahatan teman kalian dengan kejahatan yang sama cukup hanya Allah yang akan membalas semua itu, didalam mahfudzot menjelaskan: “As-Sobru Yui’nu a’ala kulli a’malin” yang artinya sabar itu menolong segala pekerjaan.

“Karya Adinda Febilatifa kelas IV A, santriwati Al-Hidayah Al-Mumtazah, asal Bekasi.”