cerpen

Mimpi Yang Nyata

Syaqila Nadhira Unpush itulah namanya. Semua kisah hidupnya ada disini, tentang bagaimana penyakitnya dan kondisi keluarganya. Tapi, harta itu terkuras habis untuk biaya pengobatan penyakitnya yang cukup serius ini. Pagi ini, Bibi mengajak Qila untuk sarapan bersamanya tetapi, Qila menolak, ia ingin sarapan bersama Mamanya. Tapi,sayang Mama Qila tak kunjung pulang. Bibi memaksa Qila hingg akhirnya ia menyerah. Baru saja Bibi ingin menarik kursi tiba-tiba Qila pingsan. Bibi panik, wajah Qila pucat, akhirnya Bibi memutuskan untuk  membawa Qila ke rumah…

0
Read More

Tukang Semir dan Tukang bubur

Di pagi hari yang cerah seorang gadis kecil berambut keriting, dengan hidungnya yang mancung ke dalam, yang  beranama Tasya.Dia tengah duduk di depan  rumahnya sambil  memegang robot ke-sukaannya yaitu robot Naruto Ketika sedang melamun, Fasya mendegar suara seorang pedagang. “Sepat… sepat … sepat…,” ucap pedagang tersebut. Tas-ya langsung beranjak dari tempat duduknya dan meno-leh ke kanan ke kiri, ketika mendapati suara tersebut. Tasya pun langsung melihat kea rah pedagang yang ia kira tukang sepat. “Asyik … Ada tukang sepat,” ucap…

0
Read More

Kasih Sayang Dua Malaikat

Mas, kutitip dia ke mas ya, jaga dia baik-baik oiya aku ingin memberinya nama Teduh Nan Indah, dan panggil dia dengan panggilan Indah. Kurasa itu nama yang bagus untuknya, dan jangan lupa untuk menandatangani surat cerai itu. Aku sudah menandatanganinya jika mas sudah menanda tangani surat cerai itu maka kita sudah san bercerai. Aku pamintan mas.                                                                             Hidayatur Rahma                                                                                                                      Istrimu Mata Ali berkaca-kaca setelah membaca surat itu ia menyesal perbuatannya yang terlalu mengengkang Iyah saat dia belum pergi. “Eaaaa … eaa, eaaaa.” Seketika lamunan Ali buyar karena mendengar tangisan bayi.…

0
Read More

Negera Impian

Saat sebuah mimpi memaksa kita untuk terus melangkah maju, tanpa kita hiraukan jika kita sudah sejauh ini melangkah, jiwa yang yakin akan impiannya, Arabelle si gadis cantik berkulit putih, berambut ikar wavy hair, dan mempunyai bibir yang tipis. Anak keturunan Indonesia dan Amerika, dia sangat menyukai Bangkok yang menjadi ibu kota Negara Thailand. Berharap nanti dia bisa kuliyah di sana bersama Jovanka yang berasal dari Thailand, yang tak lain dia adalah anak dari sahabat Ayahnya Arabelle, namun, saat ini Jovanka…

0
Read More

Kehidupan Yang Baru

Seorang perempuan berkaca mata yang bernama Cyntia Az zahra perempuan yang paras wajahnya anggun sedang berkumpul bersasma teman-teman smpnya sedang berunding mengenai kelulusannya nanti, pasalnya ia dan teman-temannya berada dikelas 9 atau bisa disebut kelas tertinggi disekolah. “Tia, setelah lulus nanti kamu mau melanjutkan sekolah kemana?.” Tanya Nabilah. “Kalau aku pengennya SMA Arwana yang disana banyak cogan (cowok ganteng), aku denger SMA itu termasuk salah satu sekolah favorit, jadi aku ingin masuk kesana.” Jelasnya panjang pada salah satu temannya. Pada…

0
Read More

Ketika istiqomah berhijab itu diuji

Dengan menatap, ku serahkan surat pengunduran diri kepada ibu HRD yang duduk memegang surat keputusan pengangkatan yang urung diberikan. Raut wajahnya menyuratkan kebingungan. Bingung karena orang yang duduk dihadapannya tidak jadi diberi berita bahwa apa yang ditunggu tunggu kebanyakan karyawan kontrak diyayasan itu diangkat menjadi guru tetap yayasan. “Mengapa, bu Zulia?” tanyanya. “Ibu sudah tau jawabannya” aku tersenyum. “tolong pikirkan lagi bu, tahun depan ibu akan menjadi guru tetap yayasan dengan gaji 2 kali lipat”. Ia kembali menyodorkan surat yang…

0
Read More

Dinar

“Prang…” “Astaghfirullah Nak, apa yang kamu lakukan?” ucap Ibu sambil memungut kue-kue yang berserakan. “Aku benci Ibu!” teriak Dinar sambil menginjak kue Ibunya. “Nak hentikan ini!” ucap Ibu memeluk Dinar. “Lepas Buk… lepas!” ujar Dinar berontak. “Tidak, Ibu tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu menjawab apa penyebab kebencianmu kepada Ibu?” ucap Ibu menahan Dinar “Asal Ibu tahu, Dinar capek dengan kehidupan seperti ini, apalagi seperti ini Buk, capek! Dinar malu dengan kehidupan seperti ini. Apalagi sekarang Dinar cacat, Dinar malu Buk!”…

0
Read More

A Determination

Perjuangan seorang gadis yang baru berhijrah dia bernama Gendis Syaiqilla yang mempunyai mata panda yang indah, imannya diuji terus-menerus saat mencoba mencari pekerjaan dibeberapa perusahaan terdekat, namun semua perusahaan yang dia coba selalu gagal, tekadnya hanya satu yaitu menjaga hijab dan kehormatan dirinya. “Anda teroris ya?” Tanya seseorang laki-laki tua itu sarkatis, tatapan lelaki itu tajam penuh selidik, membuat Gendis tak menyangka bahwa dirinya akan dikata ‘teroris’, apa penampilannya seperti orang yang akan melakukan kejahatan? “Maaf Pak, saya memang orang…

0
Read More

“Olimpiade Robot TIK”

“Krek, Krek.” Terbukanya jendela seorang yang Alim. Bertanda rumah nya sedang di rapihkan. Dia bernama Fatimah Az zahra, ia rajin membersihkan rumah tersebut dan  bisa di katakan pintar di kelasnya. Pokoknya banyak kelebihan yang ada pada dirinya Deh…! ia memiliki teman bernama Amer Najhan teman sekolahnya. Di suatu hari ia di kabarkan oleh seorang temannya bahwa di ITB Bandung, salah satu Universitas yang terkenal ketika itu, ada perlombaan “ Elektro Robot TIK” Salah satu ajang yang bergengasi ketika itu. Pesertanya…

0
Read More

Seperti Angin

“Jangan dilepas yah! Asya takut.” Teriak ku. “Jangan tengak-tengok kanan kiri nanti jatuh.” Sorak ayah dari kejauhan. Saat melepas pegangan nya pada sepeda mini yang baru ayah belikan untuk ku dihari ulang tahun ku. “Jangan dilepas yah, nanti aku jatuh.” Teriak ku kedua kalinya yang tidak menyurutkan keinginan ku ayah pun tersenyum ketika ia melihat ku belajar sepedah Bruukk…!!! Senyum ayah memudar, ia pun berlari menghampiri ku dengan syok dan mata berkaca-kaca… “Jangan menangis nak, karena luka akan sembuh dengan…

0
Read More
LOKASI KAMI
Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah
Jl Wibawa Mukti 2 Gg.H.Longkot Rt.05/001 No.45 Jatiluhur Jatiasih Kota Bekasi 17425
Santri Berprestasi