Santri Berkarya

Hirap Sejenak

Pedar, lelah, kagum Rahsa yang sedang diadu  Terus menyiksa atmaku Hingga aku terpuruk dan nelangsa Aku sendiri!!! Malam yang memberi kebahagiaan Kini pergi tanpa pamit Buana ini seram!!! Semua tiba tiba hirap Walau dengan sekejap  Biarkan aku memejamkan mataku Aku takut menatap buana ini Rahsa sabar yang perlahan hirap  Rahsa percaya yang mulai diacuhkan Ambu pedar pun mulai tercium Kebahagiaan pun tak kasat mata #Ananda Cahya Aulia santriwati kelas II Muallimin asal Bekasi

0
Read More

Antara Janji dan Perkataan

Air yang dilalui oleh ombak Sebuah malam yang sangat sunyi Masa depan yang begitu membimbangkan Seketika, engkau kembali ke hatiku ini Engkau mungkin tak cantik Namun, tutur katamu sangatlah manis Dilalui oleh canda tawamu Wajahmu sangatlah berseri Beribu-ribu kata yang kau ucap Beribu-ribu janji yang kau buat Kalbu ini sudah tergores dengan abadi Dan cinta ini hirap dengan lenyap #Fitriyani santriwati kelas II Muallimin asal Bekasi

0
Read More

Persinggahan

Berhentilah berharap kepadanya Lupakanlah kenangannya Buanglah semua tentang dirinya Dan kembalilah seperti awal lagi Bukankah engkau yang mengasih kalbumu untukku  Mengapa sekarang engkau mengambilnya kembali Aku mengerti parasku tak secantik dirinya Dan rupaku sangat berbeda dengannya Sifat acuhmu sangatlah menyebalkan Seperti angin yang bertiup kencang Berdekup lirih di benakku ini Memikirkan semua tentang dirimu Salahkah diriku masih mengharapkan dama Namun tidak dengan kalbuku yang tidak menginginkanmu Seperti anila yang memandang nelangsa Dan atmaku meronta-ronta #Salsa Amalia Khoironi santriwati kelas II…

0
Read More

Satu Rindu Sejuta Makna Ini

Atma yang melangkah maju Namun terbayang masa lalu Semua berbaur dengan hal yang baru Semua seolah tak bisa berlalu Rindu ini seolah menganggu Serasa bagai candu Atma yang hidup dengan tatapan sendu Membuat semua terasa semu Saat atma melangkah Hati kian gelabah Menceritakan segala keluh kesah Entah kapankah musnah Melangkah mundur Buat seolah-olah waktu berputar Menghilangkan rasa ambar Walau dengan senyum nanar #Syafina Nurseha Syahbani Santriwati kelas V Muallimin asal Bekasi

0
Read More

Langit Bagaikan Ombak

Cinta bagaikan bagaskara Rayunya buatku harsa Angin ombakanya buat ku bisa Untuk mersakan rasa kalbu jatuh cinta Sebatangku rasakan didalam hati Walau terdengar terasa sepi Pengorbanan hingga mati Citaku tetapku hadapi Walau angin ombak menyamperi Cinta ku tetap untuk diri mu Sampai serayu mendekati ku Akan tetap sejati untuk diri mu Hingga hembusan nafas kita berdua Walau atma kita bersama Doa ku dengan arsa Gelabah kitakan selalu dan selamanya

0
Read More

Persinggahan

Berhentilah berharap kepadanya Lupakanlah kenangannya Buanglah semua tentang dirinya Dan kembalilah seperti awal lagi Bukankah engkau yang mengasih kalbumu untukku Mengapa sekarang engkau mengambilnya kembali Aku mengerti parasku tak secantik dirinya Dan rupaku sangat berbeda dengannya Sifat acuhmu sangatlah menyebalkan Seperti angin yang bertiup kencang Berdekup lirih di benakku ini Memikirkan semua tentang dirimu Salahkah diriku masih mengharapkan dama Namun tidak dengan kalbuku yang tidak menginginkanmu Seperti anila yang memandang nelangsa Dan atmaku meronta-ronta #Salsa Amalia Khoironi anak kelas II…

0
Read More

Goresan Kalbu

Perih Saat ditancapkan oleh ribuan tusukan duri Yang datang bertubi-tubi tanpa henti Hinggaku tak sanggup menopang tubuh untuk tetap berdiri Bagaskara tak lagi bersinar Idurasmi tak lagi bercahaya Yang ada hanyalah tetesan air mata Dikala nabastala pagi datang Mega hitam mulai berdatangan Menggantikan sinar cahaya yang terang Aku tersimpuh rapuh Ralisa kalbu terdayuh Aku tersedu-sedu Menahan sakitnya luka di dalam kalbu Aku tuangkan ralisaku ke dalam aksara Untuk mewakilkan sebuah rasa Yang tersirat melalui kata-kata Karna kubisu dalam bercengkrama Satu…

0
Read More

Terjebak Dalam Luka

Di pagi buta Cemohan mulai menyapa Hujatan pun telah tiba Dan cibiran berseru sapa Kuingin tak peduli pada keadaan Dan terus berjalan Seberat apapun kutertekan Seperti air yang terus mengalir Sebanyak apapun terjal bebatuan Seperti hujan yang jatuh berkali-kali Tak kenal lelah dan letih Namun, aku tumbang Aku terperosok ke dalam jurang Aku terjatuh ke dalam lubang Aku tenggelam ke dalam lautan Mega mendung pun datang Dan jatuhlah tetes demi tetes air hujan Seperti diri ini yang sedang menangis Merasakan…

0
Read More

Terbelenggu

Dirimu bagaikan candu Sedetik pun tak pernah terlupakan Bayanganmu tak pernah terlewatkan Semua tentangmu tersimpan rapi di dalam ingatan. Terkadang realita sangat kejam membuat tantangan Ia tertancapkan tebing yang kokoh diantara kita Sehingga bertegur sapa pun tak bisa Kehadiranmu nyata namun tidak bersuara Tantangan ini membuatku terbelenggu dalam rasa rindu Membuatku nelangsa hingga menyusup ke dalam atma Untuk saat ini Aku menahan gejolak rasa rindu Dan tetap sabar untuk menunggu Seperti detik yang terus berputar Tetap konsisten tanpa gentar. Hingga…

0
Read More

Hilang

Bagaikan debu yang tertiup angin Tidak menyisahkan jejak sebutir pun Tanpa alasan dan sepatah katapun Dalam kesepian dan kegelapan Hanyut bagai tertiup ombak Tidak mungkin datang kembali Yang dulu membuat canda tawa Hilang semata-mata begitu saja Menghancurkan impian-impian Menghanyutkan semua janji Menghilangkan kisah yang akan terukir Hanya kenangan saja yang tersisa #Muhammad Maulana Ilham santriwan kelas II Muallimin asal Jakarta

0
Read More
LOKASI KAMI
Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah
Jl Wibawa Mukti 2 Gg.H.Longkot Rt.05/001 No.45 Jatiluhur Jatiasih Kota Bekasi 17425
Santri Berprestasi