puisi

Kenangan

Rindu yang membuat jemu Selalu datang bertamu Seakan bayang mengisi waktu Seakan masa lalu memburu Berjalan mengikuti lagu Menanti kenangan berlalu Juga risau menunggu Atmosfer semakin menipis Menyimpan kenangan berlapis lapis Menyambut rasa ingin menangis Alur kehidupan memang dinamis Sepeti musim hujan mengiringi Menjemput datangnya semi Karena kenangan tak bisa dinanti Juga tak pernah jadi mimpi Hanya waktu yang dapat memahami Kenangan Mungkinkah kembali?. #Karya Lulu dwi A.W santri wati kelas 3 muallimin, asal Bekasi.

Read More

Ini Aku

Cinta!!!! Boleh aku menangis dalam rindu yang haru? kau berhasil membuat aku mengingat dimana dulu aku pernah terjatuh dan bangkit kembali karena mu. Aku tau, jika aku tak secantik mereka yang pernah hadir dalam kehidupan mu. Aku tau, bahwa aku tak sepandai dan sehebat mereka. Tapi aku mohon… cintai aku seperti sayyidina Ali Bin Abi Thalib yang mencintai Fatimah Azzahra. Walaupun aku tahu. bahwa aku tak sekuat Siti Khadijah tak sepatuh Siti Aisyah dan tak sepandai dan sehebat Fatimah Azzahra.…

Read More

Tepian Hati

Hujan begitu deras… Sayup angin menggelitik jubahku yang basah. Terbangkan harapan ke langit malam yang kelam. Lampau temaram kota yang mulai redup, Sekali-kali mati, lalu hidup kembali. Aku berjalan perlahan… Diantara doa para istri yang menanti suaminya… Aku berjalan sambil bertasbih dari syurga yang memenjarakanku. Tangis ini mengalir, dari pipi ku yang memerah. Ditepian jalan diujung sana, masih terlihat setangkai mawar Yang terangkai indah.. Yang pernah ku coba berikan untukmu, dan kini hancur… Karena langkah hujan yang menyapu. Malam ini…

Read More

Pagi yang suram

                         Angin bertiup dari ufuk timur Menjatuhkan butiran-butiran jernih dari ujung daun. Matahari dengan malas mengintip dari balik gunung. Membangunkan setiap anak adam yang amsih terlelap tidur.       Anak kecil dengan wajah suram.       Berdiri dibawah pohon rindang.       Menunggu sesuatu datang pada dirinya.        Yang terkubur oleh kenangan pahit. Daun berlambai-lambai dengan lambat ditiup angin. Seperti enggan untuk tumbuh lagi. Membawa anak itu dari kemuranmannya. Yang semakin dalam…

Read More

Pahlawan

Hentakan sepatu terdengar padu Terdengar teriakan merdu Semangat bangsa bersatu Sorak sorai berburu Kau tak kenal lelah Juga kata pasrah Berjuang untuk negara Demi kesejahteraan rakyat Jasamu sangat tinggi Bangganya negara ini Manusia rendah hati Pembela negara ini Oleh : Lulu dwi A.W*Lulu Dwi AW adalah santriwati kelas II Muallimin asal Bekasi TimurIa termasuk salah satu anggota Qalami*

Read More

Tepian Hati

Hujan begitu deras… Sayup angin menggelitik jubahku yang basah. Terbangkan harapan ke langit malam yang kelam. Lamou temaram kota yang mulai redup, Sekali-kali mati, lalu hidup kembali. Aku berjalan perlahan… Diantara doa para istri yang menanti suaminya… Aku berjalan sambil bertasbih dari syurga yang memenjarakanku. Tangis ini mengalir, dari pipiku yang memerah. Ditepian jalan diujung sana, masih terlihat setangkai mawar Yang terangkai indah.. Yang pernah ku coba berikan untukmu, dan kini hancur… Karena langkah hujan yang menyapu. Malam ini takdir…

Read More

Surat Untuk Tuhan

Ku dangakan kepalaku ke atas langit Indah dan cerah sang malam Dengan khas biru warnanya Ku lihat gemerlap bintang bercahaya Kadang redup… kadang pula terang Seperti halnya hatiku kini… Saat noda membercak dalam hati Dan terang dikala hidayah datang… Tuhan hanya padamu Kini tempat ku mengeluh Ku kirimkan surat untukmu Tuhan yang tak ku megerti isinya.. Dan tak pula ku pahami maknanya Tapi ku tahu, kau maha mengerti dan Maha memahami jua. Mengerti lah akan ingin ku Berikanlah pencerah cahayamu…

Read More

Embun

Ketika fajar menyingsing Aku selalu mengharapkan dirimu abadi Memberi kesejukan dan ketenangan Bagi kehidupan ini Wahai embun… Tidak bisakah engkau Tetap selalu berada diatas daun Daun yang ketika aku sentuh Mengalir tetesanmu Wahi embun.. Jika engkau bisa abadi Ku tak akan mengharapkan matahari Datang dan membuatmu pergi Oleh : Haniyah Saidah *Haniyah Saidah adalah santriwati kelas II Muallimin asal Bekasi Utara*

Read More

Cahaya

Engkau selalau menerangi Di saat gelapnya bumi Menyinari dunia ini Menunjukan pancaran seri.  Cahaya… Kehadiranmu begitu dinanti Bagi seluruh makhluk hidup ini Pancaranmu sungguh bermakna Begitu berartinya kau di kehidupan ini.  Setiap detik kau memberikan ketentraman Dan kenyamanan yang abadi Tanpamu apalah dunia ini.

Read More

Dinding Yang Ternodai

Warnamu begitu indah. Putih, bersih, dan tanpa noda Tak ku lihat sedikitpun yang menempel. Kau mempunyai banyak warna. Kau cocok dengan warna apapun Namun tak pernah ku jumpai Warna hitam sedikitpun Ketika kau jumpai warna putih Yang penuh noda… Dirimu begitu kotor dan noda itu Terlihat sangat jelas menempel pada dirimu… Mengapa kau nodai dinding Yang berwarna putih itu. Bukankah ia indah jika ia tanpa noda… Oh dinding yang ternodai Oleh : Nur Lisah Haliza *Nur Lisah Halizah adalah santriwati…

Read More